Hari ini aku dan kamu sedang sama-sama berjuang untuk masa depan. Masa depan yang tentunya tidak akan sama, sebab kita memiliki tujuan dan target hidup yang berbeda. Apa yang kita cari dan kita usahakan mungkin tidak akan sama bahkan bisa jadi tidak sama, tapi dibalik itu tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa orang di antaranya pasti akan ada saja orang yang berjuang di persoalan yang sama tetapi menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda.
Orang yang berbeda dan proses yang berbeda tentunya akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. Aku akan berusaha untuk mencapai apa yang aku inginkan, kamu akan berusaha untuk mencapai apa yang kamu inginkan, dan mereka akan berusaha untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Bukankah begitu? Jelas saja, hasil dari usaha yang kita lakukan tidak akan ada yang sama. Jangankan kita yang memiliki tujuan yang berbeda, dua orang yang berjuang bersama pun tidak menjamin keduanya akan mendapatkan hasil yang sama. Hal ini kembali pada apa yang kita usahakan, doakan, dan kita harapkan. Sebesar apa usaha kita, sebanyak apa doa terpanjat, dan seperti apa harapan kita.
Seringkali kita bertanya-tanya mengapa proses orang lain terlihat mudah dan mengapa hasil yang dia raih jauh lebih baik daripada kita? Padahal di balik itu dia berusaha mengerahkan segalanya dalam prosesnya yang membuat dia mendapatkan yang sesuai dengan tujuannya dan lebih dari apa yang dia harapkan. Hasil yang baik memang membanggakan, tetapi proses lah yang merubah segalanya. Membuka mata kita pada dunia, mengubah pandangan kita, dan menjadikan kita lebih kuat untuk hidup. Kita lelah dengan proses hal yang wajar tetapi jangan sampai membuatmu berhenti untuk berproses. Kunci sukses sesungguhnya, ketika kita mampu menjalani segala proses dengan baik, menerima segala hal yang menjadi keputusan, dan berbenah diri dengan kekurangan yang ada.
Jika kita hanya fokus dengan apa yang menjadi hasil, kita hanya akan terus merasa lelah terlebih jika sesuatu yang jadi keinginan dan tujuan kita itu membutuhkan effort yang besar. Ketika prinsip tak lagi sesuai dengan hakikat hidup, maka kita lah yang akan terbuai dan terjebak oleh fatamorgana kehidupan. Sibuk mencari validasi tanpa memiliki bukti bahwa kita bisa. Kegagalan itu harus ada, sebab semisal kita tidak pernah gagal kita tidak akan melakukan self-improvement, kita tidak akan berkembang. Gagal dalam hasil bukan berarti kita gagal sepenuhnya, tapi ada celah di dalam proses kita yang harus kita perbaiki. Bukan lagi tentang "Aku harus lebih dari yang lain" tapi tentang "Prosesku hari ini harus lebih dari prosesku yang kemarin". Fokus pada pencapaian orang lain hanya membuat kita lelah, iri dengki tanpa menambah nilai proses kita. Aku, kamu, dan kita semua berbeda, tak harus menyamakan proses dan hasilnya karena kita akan bersinar di waktu yang tepat.
Nikmati proses, fokus tujuan, dan cari banyak peluang. Kita bisa!
Komentar
Posting Komentar